Valentine day

VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)

Menurut pandangan Islam

(di sadur dari http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/valentineday.htm)

Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?

 

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

 

Hari ‘kasih sayang’ yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut ‘Valentine Day’ amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

 SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri ‘terjun’ dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang kerana kesalahan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Baca lebih lanjut

Fisika Quantum

Albert Einstein

Albert Einstein

author: unknown

Anda barangkali terkejut tentang hubungan kekuatan pikiran dan fisika quantum. Tulisan ini bukan semata tentang kekuatan pikiran Anda, tetapi tentang kesemuanya: Anda, saya, kucing dan bahkan seluruh alam semesta. Segalanya yang bisa Anda lihat, sentuh, cium, dengar dan cicipi bisa dijelaskan melalui fisika quantum.
Apakah fisika quantum?
Fisika Quantum ialah ilmu yang mempelajari blok bangunan alam semesta; ilmu yang menjelaskan bagaimana keseluruhan di dunia ini hadir sebagai kenyataan..Hal ini menyangkut benda2 sangat kecil yang membentuk dunia secara keseluruhan.
Segalanya yang Anda lihat bukanlah benda padat seperti yang terlihat. Kembali pada pelajaran sekolah, kita diajarkan bahwa setiap benda padat terdiri dari molekul2 dan molekul2 itu terdiri dari atom2. Jadi berarti lengan anda atau kursi yang anda duduki sekarang adalah terdiri dari atom2 yang sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Atom2 yang tadinya dikatakan sebagai benda terkecil yang ada ternyata terdiri lagi dari partikel sub atom, yang tidak memiliki kepadatan sama sekali.
Mereka pada hakekatnya, kumpulan atau gelombang2 informasi dan konsentrasi energi. Jadi tangan atau kursi yang anda duduki adalah tidak lain dari energi dan informasi.
Hal ini mungkin terasa sulit dipahami pertama kalinya; Saya berada pada persimpangan seperti anda sekarang. Bagaiman bisa segalanya yang padat terbuat dari energi? Baik, hal itu sederhananya dikarenakan setiap peristiwa yang terjadi dalam tingkat quantum berada pada kecepatan cahaya yang pada kecepatan ini, adalah diluar kemampuan indera kita untuk memproses segalanya secara detil.
Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi yang membuat persepsi yang seolah olah benda padat itu kenyataan padahal sebenarnya bukan. Jadi apakah realitasnya?
Untuk itu, dapat dikatakan bahwa seluruh dunia fisik dimana Anda berada termasuk diri Anda sendiri adalah terdiri dari bukan apa-apa kecuali energi yang bergetar pada frekuensi yang berbeda. Apa yang membuat perbedaan antara kau dan aku atau kursi adalah perbedaan frekuensi yang masing-masing dari kita yang bergetar. Sekali lagi, aku tahu ini sulit untuk diterima tetapi bagaimanapun ini adalah kebenaran.
Jika Anda tidak dapat menerima ide di atas, mari kita lihat persamaan terkenal Albert Einstein, E = MC2. Energi (E) setara dengan Massa (M) kali kuadrat Kecepatan Cahaya (C). Persamaan ini hanya memberitahu kita bahwa baik energi dan materi (massa) mengacu pada hal yang sama hanya dalam bentuk yang berbeda, energi setara dengan massa. Semua yang terlihat di seluruh alam semesta adalah manifestasi dari energi dan informasi.
Saya berharap bahwa Anda tidak tersesat di dunia kuantum. Berikut fakta lain tentang partikel subatom.
Salah satu fakta yang paling menarik tentang partikel subatom yang juga dikenal sebagai kuanta adalah bahwa, mereka tidak baik partikel dan gelombang; mereka keduanya.
Dalam usaha untuk mengukur sifat-sifat partikel subatom, sekelompok ilmuwan menemukan bahwa, tergantung pada bagaimana mereka berusaha untuk mengukur, mereka menemukan bahwa kuanta ini adalah partikel partikel ketika sebuah alat pengukur digunakan dan di sisi lain, kuanta ini adalah gelombang ketika gelombang-alat pengukuran yang digunakan.
Fakta yang paling mengejutkan tentang hal ini adalah atom tidak memiliki sifat seperti gelombang dan gelombang tidak memiliki sifat seperti partikel. Mereka adalah dua barang yang sama sekali bertentangan.
Apa pun yang diinginkan oleh ilmuwan untuk terjadi, seperti itu pula hasilnya. Atau dengan kata lain, para ilmuwan menentukan hasil percobaan melalui partisipasi mereka dalam memilih peralatan pengukuran. The partikel-partikel subatomik menjadi apa pun yang mereka berusaha untuk mengukur dan dengan demikian, realitas dibentuk oleh mereka sendiri!
Sekarang Anda bisa melihat bahwa semuanya terhubung dengan segala sesuatu yang lain. Pikiran Anda membentuk realitas Anda (seperti apa yang para ilmuwan menemukan dalam percobaan mereka).
Dunia ini tidak benar-benar ada di luar sana, hal itu ada dalam diri Anda dan Anda memilih dunia Anda dengan hanya melihat dunia dengan cara Anda melihatnya dalam pikiran Anda, seperti para ilmuwan mencoba untuk mengukur sifat-sifat partikel subatom.
Anda dapat mempengaruhi hasil dunia Anda dengan mengubah cara Anda melihatnya. Energi tidak memiliki bentuk dan pikiran Anda membentuknya ketika Anda saat itu mengamati mereka.
Terakhir, penemuan partikel subatom juga mengarah pada kutipan yang terkenal, “Jika Anda dapat melihatnya di pikiran Anda, Anda dapat memegangnya di tangan Anda” dan itu sangat menakjubkan.

Ulang Tahun Daquerre

Louis_Daguerre

Louis_Daguerre

TEMPO Interaktif,- Mesin pencari Google hari ini, Jumat 18 November 2011, mendedikasikan halamannya untuk menghormati Louis Daguerre, seorang tokoh dunia di bidang fotografi. Itu dibuktikan dengan pemuatan sebuah desain bertema karya fotografi lengkap dengan figura. Foto ilustrasi itu menunjukkan sebuah keluarga besar berfoto mengabadikan momen yang mereka anggap bersejarah. Louis Daguerre atau dikenal dengan nama lengkap Louis Jacques Mande Daguerre dilahirkan di Cormeilles-en-Parisis, Val-d’Oise, Prancis, pada 18 November 1787. Selain dikenal sebagai seniman, dia juga fisikawan andal yang menemukan metode sekaligus proses pembuatan foto publikasi komersial pertama di dunia. ‘Daguerreotype“, begitu metode ini terngiang hingga kini. Daguerrotype diciptakan Louis Daguerre bersama temannya, Nicophore Niepce, pada 1834. Niepce adalah orang yang pertama memproduksi dan menghasilkan gambar fotografi dari kamera Obscura dengan menggunakan Asphaltum pada pelat tembaga yang sensitif dengan minyak lavender yang menggandung eksposur yang sangat panjang. Gambar yang dihasilkan dari sistem Daguerreotype ini sendiri terbuat dari amalgam atau Alloy, yaitu campuran dari merkuri dan perak. Uap merkuri yang dihasilkan dari kolam yang berisi air raksa yang dipanaskan digunakan untuk mengembangkan pelat yang terdiri dari pelat tembaga dengan lapisan perak yang tipis dan digulung di dalam kontak yang sebelumnya telah disensitifkan terhadap cahaya dengan uap iodium, sehingga membentuk kristal perak iodida pada permukaan piring atau lempeng perak. Kekuatan paparan kemudian dikurangi dengan menggunakan bromin untuk membentuk kristal perak bromida dan dengan mengganti lensa Chevalier dengan ukuran yang jauh lebih besar, dan lensa cepat yang dirancang oleh Petzval. Gambar yang terbentuk di atas lempengan perak tadi terlihat seperti kaca. Sayangnya gambar ini dapat dengan mudah terhapus dengan jari dan mudah dioksidasi oleh udara, sehingga sejak awal proses Daguerreotype ini dilakukan di ruang tertutup dan hasilnya dibingkai dengan penutup kaca. Daguerre akhirnya mengumumkan terobosan baru berupa proses Daguerreotype, setelah bertahun-tahun bereksperimen, pada 1839. Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis mengumumkan proses tersebut pada 7 Januari tahun yang sama. Hak paten yang dimiliki Daguerre diakuisisi oleh Pemerintah Prancis, sehingga pada 19 Agustus 1839 Pemerintah Prancis mengumumkan penemuan Daguerre dinyatakan sebagai hadiah alias gratis ditiru warga dunia. Daguerre meninggal dunia pada 10 Juli 1851 karena serangan jantung di Bry-sur-Marne, 12 kilometer dari Paris. Sebuah monumen menandai kuburannya di sana. Nama Daguerre adalah salah satu dari 72 nama yang diabadikan di menara Eiffel. WIKIPEDIA | RUDY

Idul Adha

Menguji Keikhlasan

Sabtu, 5 November 2011
IDUL Adha adalah hari bersejarah bagi umat Islam. Hari besar yang bertepatan dengan hari Minggu (6/11) itu akan dirayakan umat dengan pemotongan hewan kurban. Yang mampu membantu yang miskin, berbagi antara sesama.

Bagi yang mampu, kurban merupakan kewajiban. Kewajiban yang tak boleh asal terlaksana. Hewan kurban harus memenuhi persyaratan-dari sisi umur, kesehatan, dan lainnya. Harus sempurna, tanpa cacat.

Kurban menuntut keikhlasan. Itulah yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS, yang tidak hanya mempertaruhkan harta benda, tetapi mengalahkan rasa sayang dan cintanya kepada anak kesayangannya (Nabi Ismail AS), demi kepatuhannya terhadap Allah SWT. Pengurbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim luar biasa, dan Allah akhirnya meloloskan beliau dari ujian dengan, mengganti putranya sebagai kurban dengan seekor hewan ketika hendak disembelih.

Melalui kurban, Nabi Ibrahim AS mencontohkan kepada umat bahwa kepasarahan dan keikhlasan adalah nomor satu, tidak dapat ditawar-tawar. Kewajiban, kepatuhan terhadap Allah Swt tidak boleh dinomorduakan. Islam menanamkan bahwa shalat, ibadah, kehidupan, dan kematian (bagi seluruh pengikutnya) hanya semata-mata untuk Allah.

Umat Islam tidak sepantasnya (tidak boleh) memisahkan kehidupan beragama dan bermasyarakat. Apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari itu harus mencerminkan kehidupan beragama. Tanggung jawab harus dilaksanakan, siapa pun dia. Apakah penguasa (presiden dan jajarannya), pengusaha, legislatif, yudikatif, maupun masyarakat biasa.

Selama ini, di Nusantara ini, antara kehidupan beragama dan kehidupan bermasyarakat bagi banyak pihak- apakah pejabat, tokoh masyarakat, rakyat-dipisahkan bak air dan minyak. Dalam beragama, mereka melakukan segala kewajiban, tetapi dalam keseharian tetap saja melanggar larangan agama, termasuk mencuri dan korupsi.

Selayaknya hari besar Islam mengingatkan semua umat terhadap kewajiban, termasuk saat memasuki Idul Adha pada bulan Zulhijah 1432 Hijriah sekarang. Jangan hanya menandai hari besar ini dengan pelaksanaan haji (bagi yang diberi kesempatan) di Tanah Suci, shalat sunnah Idul Adha, dan berkurban dengan memotong hewan, tetapi jadikanlah bulan bersejarah tersebut untuk mengasah raga dan jiwa.

Bagaimana seorang pejabat negara mengklaim diri seorang mukmin jika dalam keseharian tidak pernah melaksanakan tanggung jawabnya. Bagaimana presiden, menteri, serta jajarannya di eksekutif mengaku amanah jika yang dilakukan terhadap rakyat hanya janji, bahkan korupsi. Begitu pun dengan kalangan legislatif (DPR) dan yudikatif (penegak hukum).

Karena itu, alangkah baiknya Idul Adha kali ini dijadikan perenungan. Pahamilah arti sesungguhnya dari Hari Raya Kurban, bukannya justru dijadikan untuk pamer, apalagi digunakan untuk menghina kaum miskin . Bersihkan harta atau kekayaan dengan berbagi, berkurban. Jadikan Idul Adha untuk menumbuhsuburkan ketakwaan.

Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, yang menuntut umatnya saling bantu. Menuntut tanggung jawab, kejujuran, tak membedakan si kaya dan miskin, pejabat atau rakyat. Jika ini yang terjadi maka ini akan jauh dari kesulitan. Semoga.***

Indonesia Wins Two Medals at Astronomy Olympiad

SURABAYA, KOMPAS.com – A team of Indonesian Senior High School (SMA) students won the silver and copper medal in the Fifth International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) in Katowice and Krakow, Poland.

Education Ministry special staff Sukemi said in a press release in Surabaya on Tuesday that two silver medals were won by Ko Matias Adrian from SMA 2, Bekasi, and Raymond Djajalaksana of SMAK Penabur, Jakarta.

“One copper medal was won by M. Wildan Ghafari of SMA Semesta, Semarang,” he said when welcoming the team from Poland Monday night. The team was also welcomed by other Indonesian education authorities at Soekarno-Hatta international airport in Jakarta.

“Participating in the Olympics were 29 teams of 26 countries with 134 participants, and Indonesia sent five SMA students from Bekasi, Jakarta, Semarang, Gresik, and Surabaya,” he said.

The five students are Ko Matias Adrian (SMA 5, Bekasi), Raymond Djajalaksana (SMAK IPEKA Sunter, Jakarta), M. Wildan Ghafari (SMA Semesta, Semarang), Miftahul Hilmi (SMA 1, Gresik), and James Lim (SMAK Petra, Surabaya).

“They had been accompanied by two team leaders of Bandung Institute of Technology (ITB) Dr Hakim L. Malasan and Dr Mohammad Ikbal,” he said.

Indonesia on behalf of Dr Chatief Kunjaya had been elected IOAA President for the 2012-2016 period, and IOAA Secretary General was Dr Grzegorz Stachowski from Poland.

On the occasion, Mukhlis Catio hoped that with Indonesia elected as IOAA president will have a positive effect on the development of astronomy and astrophysics in Indonesia.

“Besides, we also hoped Indonesia would increase its performances in IOAA events, as the tasks of an IOAA president includes making and collecting questions and problems for similar olympics,” he said.

Mikroskop Sinar-X Setajam Mata Superman

Research centers and laboratories at the Unive...

UCLA San Diego

SAN DIEGO, KOMPAS.com – Menciptakan peralatan untuk membantu manusia melihat setajam Superman bukan lagi mimpi. Ashish Tripathi, mahasiswa pascasarjana University of California di San Diego, AS menciptakan mikroskop sinar-X dengan kemampuan melihat sangat tajam, hingga ketelitian sepersatu miliar meter.

Mikroskop ini tidak membutuhkan lensa. Untuk mencitrakan suatu objek, mikroskop menggunakan program komputer yang bisa mengubah pola pantulan sinar X menjadi gambar objek yang mudah diinterpretasikan, menyajikan citra dalam skala atom.

Oleg Shpyrko, fisikawan yang menjadi pembimbing penelitian mengatakan, mikroskop berperan dalam nanoteknologi. “Kita bisa membuat sesuatu dalam skala nano, tapi kita tidak bisa melihat dengan baik. Mikroskop memungkinkan karakterisasi material nano,” kata Shpyrko.

Kemampuan mikroskop ini telah diuji. Peneliti membuat film berbahan besi dan gadolinium. Setelah dilihat dengan mikroskop, gabungan kedua elemen itu berhasil terlihat sebagai pola medan magnet yang berkelok-kelok, menyerupai sidik jari.

Shpyrko mengatakan, mikroskop ini bisa dipakai untuk melihat bagaimana material satu dan lainnya bergabung sehingga bisa mengupayakan efisiensi produksi material skala nano. Aplikasi lain ialah melihat karakter magnetik material untuk mengupayakan magnetic data storage lebih baik.

Mikroskop ini juga bisa memecahkan beberapa misteri. Misalnya, kemampuan baterai selalu menurun karena degenerasi interface antara elektroda dan elektrolit, tapi tak ada yang tahu pasti prosesnya. Dengan mikroskop ini sebab dan solusi mengatasinya bisa diamati.

“Dengan mikroskop ini, kita bisa melihat pada interface yang paling sulit,” kata Shpyrko seperti dilansir situs Foxnews, Jumat (19/8/2011). Hasil penelitian ini dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi teranyar.

Layu sebelum berkembang

LAYU SEBELUM BERKEMBANG

Hatiku hancur
Mengenang dikau
Berkeping-keping
Jadinya…
Kini air mata
Jatuh bercucuran
Tiada lagi harapan

Tiada seindah
Waktu itu…
Dunia berseri-seri
Malam bagai siang
Seterang hatiku
Penuh harapan
Padamu

Kini hancur berderai
Kepedihan berantai

Kuncup di hatiku
Yang lama kusimpan
Hancur kini
Sebelum berkembang…

Mengapa ini
Harus terjadi
Di tengah
Kebahagiaan
Ingin kurasakan
Lebih lama lagi
Hidup bersama
Denganmu…

Hidup bersama
Denganmu

Bonus Song “Widuri” Bob Tutupoli