Ditemukan, Satelit Baru Pluto


Pluto family

Pluto Family

NEW YORK, KOMPAS.com — Planet kerdil Pluto di ujung tata surya selalu menyimpan misteri. Setelah kontroversi terkait statusnya sebagai planet ramai diperbincangkan pada tahun 2006, kini sejumlah astronom menemukan fakta baru bahwa Pluto dikelilingi lebih dari tiga satelit.

Seperti dirilis Space.com, 21 Juli, Teleskop Hubble mendeteksi kehadiran benda seperti asteroid kecil yang mengelilingi Pluto. Obyek atau satelit ini kemudian dikenal dengan identitas P4. Ini merupakan satelit keempat yang ditemukan mengelilingi Pluto setelah Nix, Hydra, dan Charon.

Satelit terbaru ini kemungkinan besar akan diberi nama Cerberus. Alan Stern, ilmuwan yang membidangi tentang planet, mengungkapkan, temuan terbaru tentang satelit keempat Pluto ini sebetulnya tidak mengejutkan. Salah satu temuan terbaru lainnya adalah fakta bahwa Pluto ternyata memiliki atmosfer yang terdiri dari nitrogen, karbon monoksida, dan gas metana.

Ia meyakini, akan masih ada kejutan lainnya yang belum banyak diungkap dari Pluto. Jaraknya yang sangat jauh menyulitkan pengamatan obyek tata surya ini. Jarak dari Puto ke Matahari adalah 5,87 miliar kilometer atau 39 kali lipat jarak Matahari ke Bumi.

Untuk lebih mengetahui detail mengenai Pluto, NASA meluncurkan wahana New Horizons pada Januari 2006. Untuk mencapai Pluto, dibutuhkan waktu setidaknya sembilan tahun. Wahana ini diperhitungkan akan mulai mendekati Pluto pada Juli 2015 dan mulai melakukan pengamatan di sana. (Space.com/JON) 

Bosscha Dipilih untuk Meneliti Pluto

Planetarium Bosscha

Planetarium Bosscha

KOMPAS.com – Observatorium Bosscha ITB menjadi salah satu observatorium dari 15 lokasi yang akan disinggahi peneliti internasional untuk penelitian Pluto. Tim peneliti rencananya akan singgah pada 27 Juni 2011 mendatang.

Tim peneliti terdiri dari Southwest Research Institute, University of Arizona, dan Observatorium Bosscha ITB, serta didukung oleh National Geographic, NASA (National Aeronautics and Space Administration) Planetary Astronomy, serta The New Horizons mission to Pluto.

Bosscha diklaim memiliki banyak keunggulan sehingga dipilih sebagai tempat penelitian. “Letaknya relatif dekat dengan garis khatulistiwa dan berada dalam deretan Samudra Pasifik,” demikian penjelasan yang ditayangkan pada situs web ITB.

Bosscha memiliki teleskop besar (refraktor gando 60 cm Zeiss) dan teleskop menengah (reflektor GOTO 45 cm, reflektor Celestron 25 cm) yang dilengkapi dengan kamera video CCD yang sensitif.(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s