Rongsokan Satelit


Ada Potensi Rongsokan Satelit Jatuh di Indonesia

NASA Upper Atmosphere Research Satellite (UARS), diluncurkan September 1991 menggunakan pesawat ulang alik Discovery.

KOMPAS.com – Seperti diberitakan sebelumnya, rongsokan Upper Atmosphere Research Satelite (UARS) diperkirakan akan jatuh Jumat (23/9/2011) besok. NASA mengungkapkan bahwa perkiraan lokasi jatuhnya rongsokan satelit ini ialah antara 57 derajat lintang utara hingga 57 derajat lintang selatan.

Ditemui hari ini, professor astronomi dan astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan, “Kalau ditanya apakah ada potensi satelit itu jatuh ke Indonesia, jawabannya ada. Semua daerah yang ada di rentang 57 derajat lintang utara hingga 57 derajat lintang selatan berpotensi.”

Namun, Thomas menjelaskan, hingga saat ini, semuanya belum pasti. Ditemui Kamis (22/9/2011) siang di Jakarta, ia mengatakan, saat ini satelit masih ada pada ketinggian 190 km dan masih sulit bagi ilmuwan untuk memprediksi waktu dan tempat jatuhnya satelit itu.

“Kalau satelit sudah ada pada ketinggian kritis, 120 km, baru bisa diprediksi. Pada ketinggian tersebut, satelit baru bisa dikatakan jatuh. Ini karena atmosfer pada ketinggian tersebut lebih padat sehingga satelit bergerak lebih cepat,” jelas Thomas.

Thomas mengatakan, diperkirakan ada 26 keping satelit yang akan jatuh ke Bumi. Kepingan terbesar diperkirakan berukuran 150 kg dan ada kepingan kecil yang mungkin jatuh. Sebaran kepingan diperkirakan cukup luas, mencapai ratusan kilometer.

Menurut Thomas, tak seperti meteor yang habis terbakar ketika masuk atmosfer Bumi, beberapa komponen satelit memang bisa selamat dari atmosfer. Jenis komponen yang selamat adalah yang terbuat dari bahan dasar titanium.

Bagi negara yang terkena dampak rongsokan satelit, Thomas menuturkan, “Ada penukar rasionalnya bagi negara yang kejatuhan. Satelitrnya sendiri mudah diidentifikasi. saat ini semua space junk juga bisa diidentifikasi milik siapa. Ada hukum internasional untuk melakukan klaim.”

Kemungkinan rongsokan satelit mengakibatkan kecelakaan langsung pada manusia sangat kecil. Material yang jatuh juga tak bersifat radioaktif. Namun, NASA meminta masyarakat yang menemukan untuk melaporkan. Terakhir yang perlu diketahui adalah tak ada gunanya mengoleksi rongsokan ini.

Satelit Akan Masuk ke Bumi pada 23 September

Washington, Jumat – Pada 23 September, sebuah satelit penelitian atmosfer diperkirakan akan jatuh ke permukaan Bumi. Semula diperkirakan, satelit akan jatuh setelah 23 September 2011. Namun, pernyataan ini dikoreksi.

Menurut juru bicara Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) Beth Dickey, Minggu (18/9), di Washington, wahana antariksa yang akan jatuh adalah Upper Atmospheric Research Sattelite (UARS). Semakin cepatnya UARS masuk ke bumi ini menurut Dickey karena aktivitas Matahari meningkat.

Dickey mengatakan, aktivitas Matahari saat ini amat tinggi. Efek dari aktivitas Matahari menciptakan daya dorong baru pada satelit karena Matahari memanaskan atmosfer Bumi sehingga menjadi lebih renggang dan melancarkan jalan satelit.

Menurut NASA, satelit yang diluncurkan tahun 1991 itu seukuran bus dengan bobot 6,5 ton. Satelit itu selesai masa tugas pada tahun 2005. Jatuhnya satelit telah diperkirakan sebelumnya. Semula diprediksi satelit akan masuk ke Bumi antara pekan terakhir September sampai awal Oktober. Kini diperkirakan sampah satelit itu akan jatuh dalam rentang 3 hari. ”Masuk ke Bumi pada 23 September dengan perkiraan maju atau mundur sehari dari tanggal perkiraan,” tulis pejabat NASA dalam Twitter-nya.

Tak jelas di mana

Di mana tepatnya UARS akan jatuh belum jelas. Satelit diperkirakan akan masuk ke orbit Bumi dalam bentuk 26 serpihan. Serpihan lain mungkin habis terbakar akibat gesekan keras saat masuk ke atmosfer bumi. Satelit itu tidak memuat bahan beracun berbahaya karena semua bahan bakar telah terpakai habis.

Pecahan satelit diperkirakan jatuh dalam wilayah hingga 804 kilometer, sekitar jarak Jakarta-Surakarta. Risiko pecahan satelit menjatuhi seseorang diperkirakan 1 : 3.200. Artinya, kecil sekali kemungkinannya. Dalam catatan sejarah belum pernah ada orang kejatuhan pecahan satelit. Pecahan terberat diperkirakan berbobot 160 kilogram.

Pihak NASA akan memberikan informasi lebih detail tentang jatuhnya satelit pada awal pekan depan. Yang mereka ketahui sampai saat ini adalah semua tempat di dunia terbuka menjadi lokasi jatuhnya pecahan satelit, kecuali wilayah Antartika, kutub selatan. Pecahan itu bisa jatuh di daerah antara 57 Lintang Utara (LU) hingga 57 Lintang Selatan (LS). Sepanjang wilayah itu merupakan wilayah yang paling padat penghuni.

Satelit yang jatuh ke bumi terakhir kali adalah Skylab yang masuk ke atmosfer Bumi pada 1979. Bobot Skylab 15 kali lipat dibanding UARS. Skylab jatuh di Australia Barat dan Pemerintah AS harus membayar Pemerintah Australia untuk pembersihan puingnya.

Sementara itu, Sputnik masuk ke atmosfer Bumi tahun 1958, jatuh di New York hingga Amazon dalam waktu 10 menit. Peristiwanya disaksikan banyak orang dan menimbulkan cahaya amat terang.

(AP/SPACE.com/ISW)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s