Idul Adha


Tomy Trinugroho A. | Marcus Suprihadi | Minggu, 6 November 2011 | 09:55 WIB

KOMPAS/TJAHJA GUNAWAN Kegiatan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah tujuh kali.

JAKARTA, KOMPAS.com Persoalan karakter bangsa disinggung dalam khotbah Idul Adha, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (6/11/2011). Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Qadir Gassing, saat memberikan khotbah, mengatakan, orang-orang yang terlibat korupsi adalah orang-orang terpelajar dengan jabatan terhormat.

“Mengapa orang terpelajar dan terhormat ini melanggar hukum?” ujarnya.

Di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para menteri, Gassing kemudian mengutip pemikiran Imam al-Ghazali bahwa ada tiga komponen di dalam diri manusia yang harus dikembangkan secara simultan. “Ketiganya adalah jism, fikr (pikir), dan qalb (hati),” tuturnya.

Masalahnya, menurut Gassing, pendidikan di Indonesia selama ini hanya fokus pada aspek pikir. “Betul tujuan pendidikan kita adalah membentuk manusia beriman dan bertakwa, tetapi aplikasinya tidak dilakukan,” katanya.

Gassing menegaskan, iman dan takwa tidak boleh hanya diajarkan karena cuma menyentuh ranah kognitif. “Padahal, iman dan takwa lebih pada ranah afektif dan psikomotorik,” jelasnya.

Dampak dari situasi tersebut, terjadi ketidakseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pencerahan hati. “Sudah saatnya paradigma pendidikan kita dirumuskan kembali,” kata Gassing.

M Subhan SD/KOMPAS Suasana Jelang Idul Adha di Kashgar, China

SEMARANG, KOMPAS.com Kenikmatan berkurban baru terasa apabila dilakukan dengan hati yang bersih. Umat Islam harus menghindari juga menjauhi mental korupsi supaya hidup menjadi lebih baik, jauh dari keserakahan.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Minggu (6/11/2011), ketika bertindak sebagai khatib pada shalat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang, Jawa Tengah.

Ajakan Tifatul Sembiring itu disampaikan agar masyarakat tidak hanya menjadikan Idul kurban sebagai simbol. Idul kurban adalah spirit pada keteladanan Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS, yang memiliki kesabaran dan jiwa soleh.

Shalat Id di MAJT dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Selaku imam dalam shalat tersebut adalah KH Zaenuri Ahmad. Shalat dihadiri ribuan umat muslim di Kota Semarang dan sekitarnya.

MAJT dalam kegiatan hari raya kurban ini menerima sumbangan hewan kurban sebanyak 18 sapi dan 31 kambing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s