Bunga Rafflesia Mekar


Kompas/ADH
Bunga Rafflesia arnoldii yang mekar di Hutan Lindung Bukit Daun, Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Minggu (13/11/2011).

 

KEPAHIANG, KOMPAS.com — Bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldii kembali mekar di Hutan Lindung Bukit Daun, Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Bunga yang terletak di tebing dekat aliran sungai di dalam hutan lindung itu berdiameter sekitar 80 cm. Lima kelopaknya mekar sempurna sejak Kamis (10/11/2011). Hingga kini bunga itu masih terlihat mekar. Sejak pertama kali ditemukan Senin (7/11/2011), ratusan pengunjung terus mendatangi hutan lindung itu. Tidak hanya dari Bengkulu, tidak sedikit juga yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu yang kebetulan melintas di jalan Kota Bengkulu-Kepahiang itu.

Ketua Tim Peduli Puspa Langka Holidin yang selama ini menjaga lokasi mekarnya Rafflesia di Tebat Monok mengatakan, semula tidak mengetahui bahwa ada bonggol Rafflesia yang bakal mekar dalam waktu dekat di lokasi itu. Sebab, pengamatan selama ini justru ada bonggol lain yang agak jauh dari aliran air yang bakal mekar dalam waktu sekitar sebulan lagi.

“Kami kaget. Ketika ditemukan seminggu lalu bunga yang sekarang kita lihat sudah siap mekar. Akhirnya kami membuka posko di tepi jalan agar warga yang melintas bisa mengetahui,” tutur Holidin, Minggu (13/11/2011).

Holidin menambahkan, di samping bunga yang kini mekar masih terdapat belasan bonggol berbagai ukuran yang merupakan bakal bunga Rafflesia.

KEPAHIANG, KOMPAS.com — Habitat bunga Rafflesia arnoldii di Hutan Lindung Bukit Daun, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, terancam perambahan.

“Jika tidak dijaga, bukan tidak mungkin habitat tersebut rusak dan kita tidak bisa lagi melihat Rafflesia mekar di lokasi itu,” kata Ketua Tim Peduli Puspa Langka Holidin, Minggu (13/11/2011).

Holidin mengatakan, lokasi mekarnya bunga Rafflesia saat ini sudah dikelilingi kebun kopi dan kemiri yang merupakan hutan kemasyarakatan. “Arah timur lokasi mekarnya bunga Rafflesia hutannya paling cuma 100 meter atau 150 meter lagi. Setelah itu sudah kebun warga. Sementara ke arah selatan hutannya masih agak jauh sekitar enam kilometer lagi,” tutur Holidin.

Hutan kemasyarakatan ialah hutan yang telanjur dirambah warga yang kemudian dihijaukan kembali dengan ditanami tanaman tertentu oleh masyarakat. Rencana pembukaan kembali hutan kemasyarakatan, kata Holidin, telah memicu masyarakat membuka hutan yang utuh.

Hutan kemasyarakatan sudah disalahartikan. Karena itulah, Holidin khawatir jika perambahan dibiarkan, maka akan mengancam habitat Rafflesia. Padahal, sepanjang tahun 2011 saja sudah 12 bunga Rafflesia mekar di Hutan Lindung Bukit Daun. Jumlah ini akan terus bertambah mengingat masih ada 15 bonggol lagi yang bakal mekar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s