EXPO BANDUNG

OLEH-OLEH EXPO BANDUNG

Alhamdulillaahi robil alamiin untk wrga Cilacap kta bri kbr gmbira!kami plg mebwa 2 tropy yaitu JUARA 1 lomba Stand yg d ikuti 550 mdrasah seIndonesia & juara 3 lomba film pendek.ini masanya kta bktikan pd dunia bhw siswa/i dr mdrasah bsa mlesat jauh ke dpan dlm akhlaqul karimah & brjuta gudang prestasi!salam Semangat & Sukses untukmu madrasah trcinta!!!

Ma El bayan Majenang brsama 549 madrasah seIndonesia mngikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional,Expo Madrasah MEDP,Rembug Nasional Guru Madrasah th 2012.Yg d slenggarakn olh Direktorat Pendidikan Madrasah,Direktorat Jenderal Pendidikan Islam & Kementerian Agama RI.di Bdg,25-29 Juni 12.acara Ini membuktikan kbangkitan MA El Bayan Majenang yg smkn brkibar hingga tingkat Nasional smoga akn mningkat gaungnya hingga ajang internasional aamiin….

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Malam Minggu, Gerhana Bulan Terakhir Tahun Ini

Marufin Sudibyo Skema Terjadinya Gerhana Bulan

JAKARTA, KOMPAS.com — Malam minggu nanti, Sabtu (10/12/2011), langit malam di Indonesia akan dihiasi oleh gerhana Bulan. Gerhana ini cukup istimewa sebab menjadi Gerhana Bulan Total terakhir pada tahun 2011.

Astronom Ma’rufin Sudibyo dalam posting di jejaring sosialnya, Minggu (4/12/2011) lalu, mengatakan, “Gerhana mulai terjadi pada pukul 18.35 WIB ditandai dengan mulai bersentuhannya cakram Bulan terhadap penumbra.”

Namun, Ma’rufin menjelaskan bahwa tahap awal gerhana akan sulit dilihat secara kasat mata. Gerhana baru bisa dilihat jelas sekitar pukul 19.46 WIB, saat bulan bersentuhan dengan umbra.

“Totalitas, yakni tertutupinya cakram Bulan secara sepenuhnya oleh umbra, terjadi pukul 21.07 hingga 21.57 WIB, selama 50 menit, dengan puncak gerhana pukul 21.32,” tutur Ma’rufin.

Saat totalitas terjadi, jangan dikira Bulan akan lenyap. Bulan akan “berdarah”, berwarna kemerahan seperti yang sering diperlihatkan dalam film tentang manusia serigala.

Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan tanpa alat dan pelindung. Karena terjadi tak terlalu malam, maka gerhana Bulan kali ini pas dinikmati sambil minum kopi atau bercengkerama bersama teman.

Jangan lupa, Anda pun bisa menyiapkan kamera DSLR untuk mengabadikan momen gerhana ini. Membuat serangkaian foto gerhana dari tahap awal hingga akhir patut dicoba.

gerhana bulan

Ada yang unik dari gerhana kali ini. Saat totalitas terjadi, Bulan akan tampak berada di depan Bimasakti. Jadi, jika dilihat, di belakang Bulan berdarah akan tampak kabut tipis.

Bimasakti adalah galaksi tempat Bumi bernaung. Ma’rufin mengatakan, Bimasakti juga “monster” yang telah menelan galaksi-galaksi kecil lain serta merupakan salah satu galaksi tertua di semesta.

Bulan berdarah juga akan memiliki beberapa pendamping malam Minggu nanti. Salah satunya Jupiter yang sejak beberapa waktu lalu terus-menerus tampak dan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Selain itu, bintang Sirus yang menjadi bintang paling terang setelah Matahari juga akan terlihat. Ada juga gugus tujuh bintang bersaudara atau Pleiades. Galaksi Awan Magellan Kecil dan Besar juga akan terlihat.

Semua benda langit yang terlihat saat gerhana menjanjikan pemandangan yang menarik pada malam Minggu nanti. Tetapi, semua bisa lenyap tak terlihat bila langit berawan dan hujan. Jadi, berdoa saja hal itu tak terjadi.

Gerhana kali ini bisa dilihat oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Indonesia juga beruntung karena berpeluang menyaksikan seluruh tahap gerhana. Amerika Selatan, Afrika barat, dan seluruh wilayah Atlantik tak bisa menikmati gerhana ini.

Gerhana Bulan Total terjadi saat Bumi, Matahari, dan Bulan berada di satu garis lurus. Bulan akan ada di umbra (bayang-bayang inti) dan penumbra (tambahan) Bumi. Gerhana Bulan Total adalah salah satu fenomena alam yang telah dinikmati selama ribuan tahun, yang diterjemahkan menjadi makna yang berbeda di setiap kebudayaan.

Burung Migran Siberia Singgah di Banyumas

Burung Layang-layang Api (Hirudo rustica)

BANYUMAS, KOMPAS.com — Bendung Gerak Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi salah satu tempat persinggahan (roosting) bagi sejumlah burung migran, kata Koordinator Biodiversity Society Banyumas Timur Sumardiyanto.

“Burung-burung tersebut berasal dari sekitar Siberia, China, dan Jepang. Mereka terbang menempuh ribuan kilometer melalui Semenanjung Malaya, melewati Sumatera, kemudian melintasi Jawa, dan berakhir di kepulauan Nusa Tenggara,” kata Timur, di sela-sela pemantauan burung migran di Bendung Gerak Serayu, Banyumas, Minggu (13/11/2011).

Menurut dia, migrasi terjadi lantaran belahan bumi bagian utara sedang memasuki musim dingin sehingga burung-burung tersebut berupaya mencari daerah yang bersuhu hangat di belahan selatan, termasuk Indonesia yang termasuk daerah tropis. Ia mengatakan, perpindahan atau migrasi tersebut telah terjadi sejak Oktober silam dan biasanya burung-burung migran ini akan tinggal di daerah bersuhu hangat hingga bulan Maret.

“Migrasi burung tersebut terjadi setiap tahun karena mereka membutuhkan suhu hangat yang biasa ditemukan di daerah tropis,” katanya.

Menurut dia, rata-rata dalam satu hari terdapat 800 ekor burung layang layang api (Hirundo rustica) dan layang-layang loreng (Hirundo striolata) yang melintas di atas Bendung Gerak Serayu dan memanfaatkan hutan pinus di sekitar tempat itu untuk beristirahat pada malam hari.

Ia mengatakan, keberadaan Bendung Gerak Serayu ini disenangi burung-burung migran karena di sekitar daerah aliran sungai (DAS) tersebut terdapat makanan dan air yang melimpah. Dalam hal ini, kata dia, burung-burung migran tampak melayang di atas sawah di sekitar Bendung Gerak Serayu untuk menangkap belalang.

Selain itu, lanjutnya, sejumlah burung pemakan daging (raptor), seperti elang alap china (Accipiter soloensis) dan elang alap shikra (Accipiter badius), terlihat di hutan pinus sekitar Bendung Gerak Serayu untuk berburu burung-burung kecil yang ada di tempat tersebut.

“Jumlah burung yang terpantau memang belum banyak karena saat ini masih merupakan awal periode migrasi sehingga perlu dilakukan pengamatan secara kontinyu untuk mengetahui pola migrasi,” katanya.

Seorang peneliti keanekaragaman hayati, Wahyudi, mengaku telah memantau migrasi burung di wilayah Banyumas sejak tahun 2000 silam. Menurut dia, pemantauan migrasi burung sangat penting untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan, terutama masalah panas bumi (geotermal).

“Penggundulan hutan akan berdampak pada perubahan geotermal, dan burung bermigrasi dapat menjadi indikator perubahan tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, pemantauan terhadap burung migran ini tidak hanya dilakukan di Banyumas, tetapi juga daerah lainnya di Indonesia yang menjadi jalur migrasi, antara lain Aceh dan Medan di Sumatera, Bogor dan Yogyakarta di Jawa, serta Ketapang di Kalimantan.

“Masing-masing pengamat tergabung dalam jaringan pengamat burung se-Indonesia, yakni Burung Nusantara. Kami mencoba mengenalkan tentang migrasi burung tersebut kepada masyarakat,” katanya.

Umat Islam Jadi Penentu Indonesia Bebas Korupsi

foto

Busyro Muqoddas. TEMPO/Tony Hartawan

Umat Islam Jadi Penentu Indonesia Bebas Korupsi

TEMPO Interaktif, Yogyakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas menjadi imam dan khatib Idul Adha di Alun-alun Utara Yogyakarta, Ahad, 6 November 2011. Dalam khotbahnya, Busyro menegaskan Idul Adha adalah momen introspeksi diri.

“Berkurban seharusnya menjadi momen introspeksi diri bangsa untuk merefleksikan mengikuti teladan Nabi Ibrahim,” kata Busyro.

Menurut Busyro, umat Islam adalah pembentuk dan penentu sejarah masa depan Indonesia yang berkeadilan sosial dan bebas korupsi. Korupsi sendiri adalah bentuk dari penjarahan duit negara. “Adapun keuangan negara hakikatnya adalah anugerah Allah SWT dan menjadi hak rakyat,” katanya.

Karenanya, kata Busyro, umat Islam bukan merupakan umat yang terus-menerus dikendalikan dan ditentukan nasibnya oleh pihak lain, termasuk sebagian penguasa yang melanggar dan mengkhianati amanah, penipu, dan penjarah harta rakyat.

Busyro menegaskan, pejabat negara dan pemerintah bukan alat dan ATM bagi partai politik, keluarga, dan kroninya, melainkan pengemban dan pelayan pemenuhan hak-hak rakyat.

“Kita prihatin dengan kemiskinan yang semakin masif di negeri kaya raya sumber daya alam ini akibat korupsi yang sudah bersifat sistemik, menggurita, dan struktural. Korupsi pasti berakibat pemiskinan massal di pihak rakyat,” katanya.

Menurut dia, korupsi dilakukan oleh sebagian orang yang sedang diberi amanat di DPR/DPRD, pemerintah pusat/daerah, penegak hukum (polisi, jaksa, dan hakim), dan sebagian pegawai negeri sipil.

Korupsi sebagai tindakan kumuh secara moral sekaligus kejahatan kemanusiaan itu juga dilakukan oleh swasta, yakni sekelompok pengusaha yang menjalankan roda bisnisnya dengan cara menyuap pejabat pemerintah, pejabat negara, dan penegak hukum.

“Sasaran korupsi bukan saja terhadap APBN dan APBD, tetapi juga sektor penerimaan negara dari pajak, minyak, gas, dan batu bara. Bahkan yang menyedihkan, agama pun dikorupsi arti dan fungsinya sebagai pembenaran tindakan politik yang korup,” katanya.

Karenanya, Busyro meminta ajang berkurban dalam Idul Adha mengandung makna yang besar bagi kebutuhan hadirnya pemimpin bangsa dan pemimpin negara yang cerdas, tajam nurani, akhlak, keilmuan, dan kepemimpinan. Ia berpesan, bangsa Indonesia tidak menyerahkan kepercayaan memimpin bangsa ini kepada mereka yang hanya tampak pintar, kaya, dan pandai beretorika.

Pada ajang pemilihan umum dan pemilihan presiden 2014, kata dia, merupakan pintu masuk yang paling kritis untuk keselamatan atau bangkrutnya bangsa dan negara ini. Jika salah memilih berarti mengorbankan bangsa sendiri. Ke depan, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang mampu memadukan akhlak, ilmu, dan kepemimpinan yang tegas. “Pemimpin juga harus sederhana, pemberani, dan jujur,” kata dia.

Ribuan umat muslim di Yogyakarta menjalankan salat Idul Adha di lapangan, masjid, dan lapangan terbuka di kantor pemerintah seperti di kompleks Balai Kota Yogyakarta juga di Alun-alun Utara. Meskipun mendung dan lokasi lapangan yang becek, tidak menyurutkan umat untuk menjalankan ibadah tahunan itu.

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, beserta keluarga dan masyarakat menjalankan ibadah salat Idul Adha di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta bersama jajaran pimpinan daerah. “Pengorbanan akan bermakna besar jika dilakukan dengan tulus. Berkorban bagi bangsa agar bisa mengatasi cobaan bangsa,” kata Sultan.

MUH SYAIFULLAH | WDA | ANT

Idul Adha

KOMPAS/HENDRA AGUS SETYAWAN Ribuan jemaah menunaikan ibadah shalat Idul Adha

SURABAYA, KOMPAS.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menetapkan bahwa Idul Adha 1432 Hijriah jatuh pada tanggal 6 November 2011. Hal itu didasarkan pada perhitungan dengan menggunakan sistem hisab hakiki.

Sekretaris PWM Jatim Muhammad Najib Hamid mengatakan, Sabtu (22/10/2011), berdasarkan sistem hisab (perhitungan) hakiki dengan markas di Tangjungkodok, Kabupaten Lamongan, Jatim, ijtima akhir bulan Dzulqaidah terjadi pada hari Kamis (27/10/2011) atau bertepatan dengan tanggal 29 Dzulqaidah antara pukul 02.56 sampai dengan 02.57 WIB.

Pada saat matahari terbenam di hari itu pukul 17.2438 WIB hilal sudah wujud antara 06 derajat, 4542,76 sampai dengan 06 derajat 55 menit. Sehingga, katanya, tanggal 1 Dzulhijah jatuh pada Jumat (28/10/2011). Dengan demikian, tanggal 10 Dzulhijah atau Idul Adha jatuh pada hari Minggu (6/11/2011).

Najib berharap tidak lagi ada perbedaan waktu pelaksanaan Idul Adha ini sebagaimana yang terjadi saat Idul Fitri lalu. Seandainya terpaksa harus ada perbedaan waktu, Najib meminta agar diterima sebagai hal biasa dan tidak usah menjadi sumber konflik.

“Selama metode yang dipergunakan untuk menentukan waktu Idul Adha itu berbeda, terjadinya perbedaan itu kemungkinan tetap ada,” katanya.

Kenaikan Suhu Akan Datangkan Bencana Dalam 500 Tahun

Oleh Arief Sujatmoko  | 18-10-2011 | http://ngi.cc/nyF | alam dan lingkungan

Kenaikan Suhu Akan Datangkan Bencana Dalam 500 Tahun

Timo Balk/stock.xchng

Kenaikan suhu di Bumi akan mendatangkan bencana karena kenaikan permukaan air laut, di abad-abad mendatang. Melonjaknya biaya, masalah sosial dan migrasi juga menjadi bencana atas kenaikan suhu tersebut. Peneliti dari Niels Bohr Institute, Copenhagen menyatakan bahwa hantaman bencana-bencana tersebut bisa terjadi dalam kurun waktu 500 tahun dari sekarang.

“Berdasarkan situasi saat ini, kami telah proyeksikan kenaikan permukaan laut 500 tahun mendatang,” jelas Aslak Grinsted dari Niels Bohr Institute. Pengukuran ini telah dikembangkan bersama peneliti dari Inggris dan Cina yang berdasarkan keadaan emisi gas rumah kaca, aerosol, dan polusi atmosfer. Menurut mereka, model ini telah diukur secara aktual yang kemudian digunakan untuk prediksi kenaikan permukaan air laut.

Setelah melakukan perhitungan, para peneliti memperkirakan empat skenario tentang keadaan di masa depan. Skenario pertama, emisi akan terus meningkat dan permukaan air laut akan naik 1,1 m tahun 2100, lalu 5,5 m di tahun 2500.

Skenario kedua merupakan yang paling optimistis, kemajuan teknologi dan kerjasama internasional semakin kuat untuk mengurangi gas rumah kaca dan polusi, permukaan air laut tetap meningkat 60 cm pada tahun 2100 dan 1,8 m pada 2500. Dua skenario lainnya merupakan yang realistis dan diperkirakan akan terjadi, yaitu permukaan air laut naik sekitar 75 cm pada 2100 dan 2 m pada 2500.

Aslak mengatakan bahwa permukaan air laut telah meningkat 2 mm tiap tahunnya, sejak abad ke-20. Namun, seiring berjalannya waktu, permukaan air laut meningkat 70 persen lebih cepat.

“Walaupun kita berhasil mengontrol gas rumah kaca dan polusi, permukaan air laut akan terus meningkat karena reaksi dari pencairan es membutuhkan waktu yang lama. Diperkirakan reaksi yang diakibatkan pencairan es itu terjadi setelah 200-400 tahun mendatang,” tambah Aslak. (Science Daily)